Adalah hak bayi untuk mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif. Apakah mungkin ibu bekerja memberikan ASI eksklusif untuk buah hati? Sangat memungkinkan! Berikut adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan supaya ibu bekerja dapat memberikan ASI eksklusif. Terlebih apabila pekerjaan menuntut ibu meninggalkan anaknya untuk melakukan perjalanan keluar kota selama berhari-hari.
Menurut CDC (Center of Disease Control and Prevention) definisi ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa bahan makanan padat atau cairan lain, termasuk air putih, kecuali suplemen dan obat kepada bayi baru lahir selama enam bulan. Dengan kata lain selama enam bulan bayi hanya menerima ASI sebagai makanan untuk tubuhnya, kemudian bayi mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) dan ASI dilanjutkan sampai dua tahun atau lebih. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sangat merekomendasikan pemberian ASI eksklusif. Hal ini karena ASI merupakan makanan ideal bagi bayi di mana semua nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi sudah tersedia di dalam ASI. Selain itu, ASI berisi antibodi yang mampu melindungi anak dari berbagai penyakit seperti diare dan pnemonia yang merupakan dua penyakit utama penyebab kematian pada anak.
Kenapa harus memberikan ASI kepada bayi? Pemberian ASI ini bukan hanya bermanfaat bagi bayi itu sendiri akan tetapi juga sang ibu. Secara jangka panjang ASI berguna untuk kemajuan suatu negara. Bagi bayi sendiri ASI merupakan makanan yang paling sesuai karena dalam ASI tersebut sudah melingkupi semua kebutuhan yang diperlukan bayi selama 6 bulan pertama. Selain itu ASI meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan yang cukup untuk bayi dan manfaat jangka panjangnya yakni dapat mengurangi risiko obesitas dan diabetes. Manfaat menyusui bagi ibu dapat mengurangi risiko pendarahan setelah melahirkan serta menyusui juga dapat mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium. Manfaat bagi negara, ASI berperan dalam meningkatkan kelangsungan hidup anak karena menyusui dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pada bayi. Healthy babies make a healthy nation.
Pemberian ASI eksklusif ini sudah diatur dalam UU Kesehatan No. 36 tahun 2009 tentang ASI eksklusif. Dalam pasal 128 ayat 1 disebutkan bahwa setiap bayi berhak untuk mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis. Dalam rangka mendukung pemberian ASI eksklusif, sejak 1 Maret 2012 telah disahkan Peraturan Pemerintah no. 33/2012 tentang ASI eksklusif. Beberapa yang dibahas dalam PP tersebut antara lain hak bayi mendapatkan ASI, hak ibu untuk menyusui, kewajiban fasilitas kesehatan untuk memfasilitasi pemberian ASI Eksklusif, dan kewajiban tempat kerja memberikan tempat menyusui.
Bagaimana cara supaya ibu bekerja sukses memberikan ASI eksklusif untuk anaknya? Hal yang perlu diketahui oleh para ibu adalah produksi ASI itu based on demand, artinya semakin sering ASI tersebut dikeluarkan, semakin banyak ASI yang dihasilkan. Seperti ungkapan yang terdapat dalam situs menyusui: the more often and effectively your baby nurses, the more milk you will have (http://www.kellymom.com/nutrition/mom/mom-diet.html). Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang bertugas memproduksi ASI. Apabila tidak ada permintaan atau bayi jarang menyusu dan ASI tidak dikeluarkan maka hormon ini juga tidak mau bekerja sehingga ASI tidak banyak yang keluar. Oleh karena itu penting untuk mengosongkan payudara selain menyusui langsung juga dengan cara memerah atau memompanya.
Hal yang tak kalah penting lagi bahwa ASI itu mindset game sehingga pikiran ibu menyusui menentukkan keberhasilan ASI, untuk itu ibu menyusui perlu berpikiran positif akan keberhasilan ASI. Keberhasilan ASI salah satunya dipengaruhi oleh kondisi psikologis sang ibu, kondisi terlalu lelah, stress sangat memengaruhi kelancaran ASI. Hal ini dipengaruhi oleh hormon oksitosin atau yang disebut juga sebagai hormon kasih sayang. Dengan demikian penting bagi ibu menyusui untuk selalu enjoy dalam proses menyusui. Selain itu, dukungan orang sekitar akan proses menyusui ini sangat diperlukan.
Setelah melahirkan, seorang ibu juga hendaknya mulai belajar memerah atau memompa ASI dengan menggunakan tangan ataupun alat memompa ASI khusus yang saat ini sudah banyak beredar di pasaran. Tujuan dari memerah atau memompa selain untuk memperbanyak produksi ASI juga sebagai tabungan ketika ibu kembali bekerja setelah masa cuti berakhir maupun apabila akan tugas ke luar kota. Kemudian, pada saat kembali bekerja perlu meluangkan waktu untuk memerah. Begitu pula apabila tugas lapangan, maka perlu membawa perlengkapan yang diperlukan untuk memompa. Hal ini penting dilakukan supaya tidak terjadi penyumbatan asi yang berakibat mastitis, peradangan payudara.
Bagaimana dengan daya tahan ASI perah? Apakah ASI perah tersebut tidak basi apabila disimpan lama? Hal ini perlu pengetahuan mengenai manajemen laktasi. Apabila ASI tersebut disimpan sesuai dengan panduan penyimpanan ASI perah, maka masih dalam keadaan baik dan layak digunakan. Berikut adalah panduan penyimpanan ASI perah.
|
Temperatur |
Daya Tahan |
|
|
ASI yang baru diperah |
||
|
Ruangan Hangat |
790 F/250C |
4-6 Jam |
|
Suhu Ruang |
66-720F/19-220C |
10 jam |
|
ASI dalam Lemari es |
||
|
ASI Segar |
32-290F/0-40C |
8 hari |
|
ASI yang dicairkan |
32-290F/0-40C |
24 jam |
|
ASI yang dibekukan (Tidak diperkenankan membekukan ASI yang telah cair) |
||
|
Freezer 1 pintu |
Bervariasi |
2 minggu |
|
Freezer 2 pintu |
Bervariasi |
2-4 bulan |
|
Freezer terpisah |
00F/190C |
6-12 bulan |
Sumber: http://www.kellymom.com/bf/pumping/milkstorage.html
Pemberian ASI perah dapat dilakukan dengan berbagai media, dari mulai sendok, cup feeder, atau pun dengan dot. Penggunaan dengan dot kurang direkomendasikan dengan alasan kebersihan dan berpotensi bingung puting sehingga bayi tidak mau menyusu langsung dari ibu dan berpengaruh terhadap produksi ASI. Sebelum ibu kembali bekerja, sebaiknya bayi dan pihak-pihak yang akan memberikan ASI perah tersebut perlu belajar untuk menggunakan media tersebut supaya bayi terbiasa.
Dengan memperhatikan hal di atas, ibu bekerja masih tetap dapat memberikan ASI eksklusif untuk anaknya bahkan apabila harus meninggalkan anak selama berhari-hari untuk melakukan kegiatan lapangan.
Sumber:
http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm5630a2.htm
http://www.unicef.org/nutrition/files/Participant_Materials.pdf
http://www.who.int/features/factfiles/child_health2/en/index.html
http://health.kompas.com/read/2011/10/07/11490537/Inilah.Keuntungan.ASI.untuk.Ibu.dan.Bayi
Ditulis Oleh : Angga Sisca Rahadian
*)Penulis adalah Peneliti pada Bidang Ketenagakerjaan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI